Sabtu, 31 Juli 2021

KELAS 12. Materi 1 - Berfikir Kritis dan Berdemokrasi

 Berfikir Kritis dan Berdemokrasi

Oleh  : Pak Ifal

Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial untuk kehidupan, dan berfungsi efektif dalam semua aspek kehidupan. Berpikir kritis telah lama menjadi tujuan pokok dalam pendidikan di Indonesia. Keterampilan kongnitif yang digunakan dalam berpikir kritis berkualitas tinggi memerlukan disiplin secara intelektual, evaluasi diri, berpikir yang sehat, tantangan dan dukungan.
Kita hidup di sebuah negara yang berdaulat. Berdemokrasi telah menjadi esensi pokok dalam kehidupan,
bahwa demokrasi di Indonesia telah berjalan dari waktu ke waktu. Namun kitaharus mengetahui bahwa pengertian demokrasi Pancasila adalah demokrasiyang dihayati oleh bangsa dan negara Indonesia yang dijiwai dan diintegrasikanoleh nilai-nilai luhur dan falasafah bangsa. Oleh karena itu, kita sebagai umat
islam yang hidup di Indonesia telah merasakan perjalanan berdemokrasi danmanfaatnya akan lebih maksimal dan berdaya guna bila kita isi dengan nilai nilai religius.
Oleh karena itu sangatlah penting kita memiliki kemampuan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara dengan cara yang demomkrasi.

QS. Ali Imron 3 : 190-191

menjelaskan tentang perintah Allah kepada kita untuk senantiasa memikirkan kekuasaan Allah melalui penciptaan langit dan bumi, bahkan dengan cara apapun kita senantiasa diajarkan untuk tetap berpikir kritis bahwa setiap apa yang diciptakan oleh Allah swt tidak ada yang sia-sia

QS. Ali Imron 3 : 59

memberikan pengetahuan kepada kita bahwa dalam kehidupan kita dalam bersosial haruslah bersikap sopan santun, lemah lembut tidak mudah marah ataupun mudah tersulut emosi.

untuk materi yang lengkap silakan dibaca buku dibawah ini .....

 


ABSENSI




.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB 1 - MERAIH KESUKSESAN DENGAN KOMPETISI DALAM KEBAIKAN DAN ETOS KERJA

 Kamu pasti sudah sering mendengar kata "kompetisi". Tapi, tahukah kamu bahwa kompetisi tidak hanya tentang menang dan kalah? Komp...